Buletin Det!k

 

 

FOKUS 1

TRANSPARANSI DANA PRAKTIKUM

Pertanyaan besar kini sedang membayangi mahasiswa angkatan 2006. Pasalnya dana praktikum yang dibebankan kepada mahasiswa sebesar dua ratus ribu rupiah per-semester, menurut mereka sampai sekarang masih belum jelas realisasinya.

Ironisnya, sampai sekarang mereka juga belum mengerti model praktikum seperti apa yang dimaksudkan. “Toh ternyata dana tersebut sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Jannah yang juga “korban” ketidaktahuan tentang dana praktikum.

Dana mahasiswa memang selalu menjadi masalah yang agak beresiko. Apalagi jika terjadi kesalahfahaman antara mahasiswa dan pihak birokrasi. Maka tidak sedikit pula yang menyebut kurangnya transparansi pengelolaan dana dari pihak birokrasi STAIN Kudus. Ungkapan tersebut agaknya membuat risih pihak birokrasi. Kahar Usman, selaku Puket I ketika ditemui Det!k Rabu (24/1) lalu mencoba mengklarifikasi mengenai dana praktikum yang selama ini diperbincangkan di kalangan mahasiswa.

Menurut beliau dana tersebut seharusnya tidak menjadi permasalahan, karena sebenarnya dana praktikum dan penggunaannya sudah diberitahukan kepada mahasiswa yang bersangkutan pada saat registrasi semester awal. Tetapi sepertinya mereka kurang merespon masalah tersebut, dan ketika semester selanjutnya dikenakan biaya praktikum — tentunya jumlah total registrasi berbeda dengan angkatan lain — mereka komplain.

Sebenarnya mengenai pemungutan dana praktikum tersebut bukan semata-mata inisiatif dari pihak birokrasi STAIN Kudus. Akan tetapi pemungutan dana praktikum, biaya ujian masuk, dan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.47 Tahun 2004 yang turun pada Tahun 2005 lalu dan merupakan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Itupun dari pihak PTAI tidak lantas menggunakan PP tersebut. Sampai akhirnya ditetapkan Peraturan Mentri Agama No. 19 Tahun 2006, yang diterima pada tanggal 25 Agustus 2006 lalu.

Setelah adanya pemberitahuan pemerintah, setiap PTAI mendesain anggarannya masing-masing termasuk untuk STAIN Kudus yang ikut mendesain praktikum mengikuti sistem KBK (kurikulum berbasis kompetensi).

Kemudian Kahar Usman mengungkapkan bahwa Mahasiswa angkatan 2006 akan melaksanakan praktikum setiap semester. “Untuk semester awal di mulai dengan matrikulasi. Sedangkan untuk praktek bahasa Arab dan Inggris untuk semester satu dan dua yang langsung ditangani Ubinsa (Unit Bimbingan Bahasa) STAIN Kudus,” ungkapnya memberikan penjelasan.

“Kemudian semester-semester selanjutnya ada praktek ibadah dan praktek baca tulis Al-Qur’an dan pada semester akhir ada praktikum metode penelitian, PPL ( Praktek Profesi Lapangan ) dan KKN ( Kuliah Kerja Nyata). Sehingga seluruh anggaran dari masing-masing praktikum sudah tidak dipungut lagi ketika pelaksanaan seperti pada angkatan-angkatan sebelumnya,” imbuh beliau kepada kru DET!K.

Masih banyak hal yang memang menjadi problem mengenai dana praktikum. Meskipun dana tersebut jelas menurut pihak birokrasi, namun bagi mahasiswa angkatan 2006, hal tersebut merasa tidak mendapat kejelasan karena kurangnya sosialisasi penggunaan dana praktikum. Pemberitahuan kepada mahasiswa rupanya juga tidak menyeluruh. Terbukti oleh banyaknya mahasiswa yang tidak mengerti alur dana tersebut. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menganggap dana tersebut hanya dikenakan pada registrasi semester awal.

Menanggapi masalah yang demikian, pihak birokrasi memberikan penjelasan tentang konsep dasar praktikum dan desain yang telah digagas pihak birokrasi demi kemaslahatan semua mahasiswa, karena bagaimnapun juga penggunaanya untuk mahasiswa yang bersangkutan.

Latar Belakang Pemungutan Dana Praktikum

Rendahnya kualitas lulusan dalam merespon masalah keumatan.

Kesulitan memasuki lapangan kerja.

Lemahnya kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.

Komunikasi lisan dan tulisan sebagian besar kurang bisa dibanggakan.

Kemampuan memahami dan mengamalkan sumber ajaran Islam masih rendah.

Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan di bidangnya masih rendah.

Terjadi pergeseran pandangan masyarakat, bahwa pendidikan sebagai human and capital investment - social rate of return

Diperlukan penggeseran cara pandang praktikum yang relevan-fungsional dengan mutu lulusan dan denyut kehidupan masyarakat.(maaf belum bisa menampilkannya)

Desain pelaksanaan praktikum didasarkan atas program STAIN Kudus yang mengacu pada KBK. Sehingga praktikum merupakan salah satu fasilitas untuk mendukung KBK. Selain praktikum, KBK juga butuh peningkatan kualitas dosen, untuk itu dana perlu dialokasikan untuk peningkatan mutu pendidikan, sehingga diharapkan mampu memperoleh output yang berkualitas. Karena kualitas output juga berdasar pada kompetensi dasar yang diperoleh dari praktikum dan pendidikan, pengajaran kreatif.

Sedangkan alur kegiatan praktikum yang akan dilaksanakan pada kurikulum bebasis kompetensinya STAIN Kudus seperti yang sudah di desain berikut (maaf belum bisa menampilkannya)

Jadi semester pertama dan kedua kegiatan praktikum diarahkan untuk program bahasa yang biasa di sebut ubinsa, yaitu bahasa arab untuk semester satu bahasa Arab dan semester dua bahasa inggris. Sedangkan semester tiga akan dilaksanakan praktikum ibadah. Ketiga praktikum tersebut merupakan program normatif sebagai kompetensi dasar.

Sedangkan semester selanjutnya, praktikum langsung ditangani jurusan dengan praktikum penelitian program studi yang merupakan program adaptif terhadap jurusannya sebagai kompetensi utama. Pada semester lima akan diadakan praktikum profesi, semester enam atau tujuh akan ada PPL (Praktik Profesi Lapangan) yang keduanya merupakan program vokasi sebagai kompetensi utama pula.

Terakhir yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang biasanya dilaksanakan pada semester tujuh atau delapan. Kesemua kegiatan tersebut tidak akan dikenakan biaya sama sekali karena sudah dikenakan pada uang praktikum setiap semesternya sebesar dua ratus ribu rupiah per-semester, bagi mahasiswa angkatan 2006.[]

Septi /Det!k

 

SKETSA KAMPUS

 

STEC dan Al-Izzah Adakan Lomba Pidato

Memperingati Dies Natalis X STAIN Kudus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STEC (STAIN English Club) dan Al-Izzah turut berpartisipasi dengan menggelar lomba pidato bahasa arab dan bahasa inggris. Kedua UKM yang memiliki visi dan misi sama ini mencoba menguji kemampuan bahasa Arab dan Inggris pelajar setingkat SMA. Menurut Anis Mustafidah, salah satu panitia dalam acara tersebut menuturkan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahasa Arab dan Inggris para intelektual muda agar bisa mengikuti tuntutan zaman. “Bahasa internasional sekarang ini kan bahasa Arab dan Inggris” tuturnya dengan santai

Lomba yang digelar meliputi beberapa Kabupaten se-eks karesidenan Pati ini mendapat banyak respon dari pelajar yang bersangkutan. Bahkan berdasarkan data yang ada tercatat sampai lima puluh peserta yang berasal dari berbagai daerah se-eks karsidenan pati. Acara yang digelar dengan ketua panitia Wigoyatul Diana ini, mengangkat tema: Pengaruh Lingkungan terhadap Pengembangan Bahasa.

Lomba pidato yang diadakan pada hari Selasa (27/03) kemarin berjalan dengan meriah. “Pasalnya, pesertanya imut-imut dan terkadang mereka ada yang lupa dengan teks yang mereka pelajari, jadi ya lucu aja” ungkap Irvan M. Husein koordinator acara tersebut sambil tertawa geli. Dari penampilan mereka diperoleh juara dari masing- masing lomba, diantaranya dari bahasa Arab dengan juri Ustadz Zubaedi, Ustadz Akhid, dan Amirusy Shodiq diperoleh tiga juara, diantaranya: juara I Aniq M. Akki dari MA TBS, juara II M. Nuryansyah dari MA Daudlotul Ulum, juara III Siti Sa’adah dari MA Raudlotul Ulum. Sedangkan dari Bahasa Inggris dengan juri Farid Al-Zasal dan Ali Imron dimenangkan oleh: Juara I Eli prasetyo Utama dari MA Salafiyah, juara II Siti Suwaedah dari MA Tasywiqul Banat, Juara III Renika dari SMA 02 Kudus.

“Yang menarik lagi dari acara ini justru untuk juara satu lomba pidato Bahasa Inggris di menangkan dari MA salafiyah” tambah Irvan, kali ini dengan senyum khasnya.[] Novi/Det!k

 

DPM juga Ingin Maju

Menanggapi kegelisahan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang selama ini kinerjanya dianggap belum terlalu efektif karena masih bingung dengan job description masing-masing. Akhirnya mereka berinisiatif untuk menggelar seminar dan pelatihan advokasi yang dimulai Kamis 5 April di Gedung Rektorat STAIN Kudus dan dilanjutkan dengan pelatihan di Kedungsari Kecamatan Gebog, Kudus. Acara seminar dan pelatihan tersebut diangkat dengan tema: Revitalisasi Fungsi Legislatif dalam Mewujudkan Student Goverment.

Menurut Santoso, Ketua DPM mengaku sangat bertanggung jawab dengan kinerja anggotanya. “Untuk itu acara tersebut harus dilaksanakan, dan alhamdulillah tadi pagi bisa terlaksana, selanjutnya nanti sore sampai Sabtu (7/4) akan langsung diadakan pelatihannya” ungkapnya ketika ditemui kru Det!k seusai acara seminar.

Dalam seminar dengan nara sumber Budi Harsono ketua PKPB Jawa Tengah, Ma’mun Mu’min, dan Mustaqim mantan Presiden Mahasiswa ini mengulas masalah fungsi legislatif, dalam uraiannya Mustaqim banyak menuturkan tentang bagaimana cara mengevaluasi kesalahan-kesalahan kinerja DPM pada periode dulu, agar dari masa ke masa DPM bisa menjalankan tugasnya lebih baik.

Mustaqim juga menerangkan tentang mahasiswa yang terkadang tidak tahu dengan fungsi DPM. Padahal DPM lah satu-satunya lembaga di kampus yang mau mendengarkan aspirasi mahasiswa. Inilah yang menjadi Pe eR besar bagi DPM peride ini. Hal ini mendapat respon positif dari Santoso, “Ke depan kami akan berusaha untuk membangun iklim kesinambungan antara mahasiswa dan DPM” tambah Santoso dengan semangat. Semoga benar-benar terealisasi bukan hanya angan-angan semata. [] Novi/Det!k.

1 Komentar

  1. b1ntang berkata,

    Juni 27, 2007 pada 6:45 am

    Aliefa [mahasiswa E-LK tarbiyah]

    maaf,saya hanya ingin mengetahui klarifikasi soal realisasi penggunaan dana praktikum.Karena sebagai mahasiswa E-LK saya merasa gak bisa menikmati fasilitas dari kampus seperti yang telah di janjikan.Apalagi soal praktikum,dengan dana yang 200 rb kita hanya sekali masuk lab,itupun gak maksimal.karena masih banyak yang mengalami kerusakan!
    Sebagai mahasiswa saya kurang puas dengan fsilitas yang ada.Mohon perhatiannya.dan terima kasih.Wassalam……..


Tulis sebuah Komentar

Anda haruse Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.